Pernahkah kalian merasa marah, sedih, gundah, benci, menyesal dan putus asa selama kalian hidup? pernahkan kalian berfikir kalau hidup kalian tidak ada gunanya dan selalu jadi beban (benalu) di kehidupan orang lain? sampai akhirnya kalian berfikiran untuk mengakhiri hidup ini agar tidak ada lagi masalah yang akan kalian hadapi? pernahkah seperti itu?. Jujur saya juga pernah.
Banyak kejadian dan permasalahan yang kita alami dikehidupan ini, seringkali permasalahan dan kejadian tersebut sangat sulit untuk kita lepaskan begitu saja, problematika hidup terkadang bisa membuat orang berubah 180° yang tadinya orangnya senang dan ceria bisa menjadi sedih dan menderita bahkan ingin mengakhiri hidupnya. ketika saya berfikiran seperti itu, tiba-tiba hati ini berkata lain, "sepicik itukah hidupmu? secepat itukah kau menyerah dikehidupan ini? padahal diluar sana masih banyak orang yang mempunyai masalah yang lebih berat darimu, tidakkah kau bersabar dan bersyukur atas nikmat yang telah tuhan berikan?" seketika itu juga saya menangis sejadi-jadinya menyesali perbuatan yang hampir mencelakakan saya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Astagfirullahhalladzim.
Sambil menulis tulisan ini saya kembali teringat semuanya, teringat kejadian itu dan saya sangat bersyukur semua itu tidak terjadi, tuhan masih berkehendak saya hidup lebih lama lagi, itulah dilema kehidupan, siklus kehidupan di dunia ini dimulai dari lahirnya manusia sampai meninggalnya manusia itu sendiri, sebelum kita lahir, apakah kita bisa memilih kita terlahir dari rahim siapa? hidup kita nantinya bagaimana? dan mau jadi apa? tentu saja tidak bisa kan?
Oleh karena itu ada beberapa pertanyaan yang begitu menarik pemikiran saya dan pertanyaannya semacam ini:
- Hidup ini pilihan atau takdir?
- Apakah kita yang hidup berhak memilih untuk kehidupan kita?
- Apakah kita yang hidup bisa melawan takdir?
- Ataukah sebaliknya, kita yang hidup ini tidak mampu memilih dan melawan takdir kita (pasrah) ?
Setiap orang pasti pernah terpikir lalu mempertanyakannya dan setiap orang pasti mempunyai jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan-pertanyaan diatas, atau bahkan mungkin sama. kita tahu, hidup itu pilihan, selalu ada pilihan di dalam hidup ini jadi apapun pilihan kita maka itulah yang terbaik buat kita dan akan membuat kita terus kuat dalam menjalani hidup ini.
Berbicara mengenai kelahiran, saya teringat cerita ibu saya waktu itu beliau lagi mengandung saya, ibu yang begitu aku sayangi dan cintai sampai saat ini, ibu bercerita ketika mengandung saya sebagai anak pertama, beliau tidak merasakan apapun, ibu mengandung layaknya seperti ibu-ibu mengandung lainnya. Sampai suatu kejadian di malam itu terjadi sebuah kebakaran hebat di sekitar rumah tempat tinggal kami, api begitu cepat membesar, menyala dan menjalar lalu membakar semua yang ada di hadapannya, waktu itu ibu saya sempat mengalami kepanikan karena melihat api yang begitu besar membumbung tinggi meskipun dekat dengan rumah kami tetapi Alhamdulilah api sempat di padamkan dan rumah kami tidak jadi terbakar saat itu.
Sebelum api itu padam ibu bercerita kalau beliau melihat api di kebakaran tersebut membentuk seperti manusia berbadan tinggi dan bertanduk api dengan sorot mata berkobar dan tajam memandang kearah ibu yang lagi mengandung saya saat itu, kalau orang kalimantan bilang itu adalah hantu api, beliau sangat ketakutan karena baru pertama kali melihat hal yang menurut beliau sangat mengerikan seperti itu, sejak kejadian itu ibu mengalami kejadian-kejadian serta mimpi-mimpi yang aneh terus menerus, di Kalimantan kepercayaan setiap penduduk baik di kota maupun di desa mengenai permasalahan mistis seperti itu masih kental terasa, dan ketika kita di ganggu makhluk halus, maka salah satu jalannya adalah pergi ke orang yang bisa di bilang pinter untuk urusan demikian, entah di daerah-daerah lain?
Ibu saya bercerita kalau waktu itu beliau tidak mempercayai hal-hal yang demikian, karena menurut beliau semua itu hanya mitos dan cerita rakyat di Kalimantan saja, maklum ibu saya bukan berasal dari Kalimantan, seperti pada tulisan saya sebelumnya, ibu saya berasal dari Jawa, pada tulisan kali ini saya meminta maaf kalau ada kalangan yang tersinggung dibuatnya, di sini saya tidak membedakan ras, suku, budaya, ataupun kebiasaan, karena saya mengakui, meskipun kita berbeda pulau, adat, budaya dan kebiasaan akan tetapi kita tetap satu, kita indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika" di sini saya cuma menuliskan perbedaan pendapat kedua orang tua saya, mengenai permasalahan yang di hadapai mereka saat itu, mungkin ibu saya lupa akan satu pepatah lama yang mengatakan " Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung".
Ayah saya saat itu bersikeras ingin membawa ke tempat kelahiran ayah yaitu di Kalimantan Selatan, beliau ingin mengobati ibu saya di sana, ayah ingin ibu kembali ke kehidupan yang normal lagi, tidak di ganggu oleh makhluk-makhluk seperti itu, perlu di ketahui setelah orang tua saya menikah, mereka memilih merantau jauh dari keluarga, dan menetap di Kalimantan Tengah, sedangkan ayah saya berasal dari Kalimantan Selatan, cukup jauh memang, salah satu hal itu juga yang membuat ibu saya enggan pergi selain jaraknya yang jauh, waktu itu beliau lagi mengandung besar dan di sisi lain beliau tidak mempercayai akan hal-hal demikian sedangkan ayah saya saat itu sangat mencemaskan ibu, dan ibu mencemaskan saya.
Sampai menjelang kelahiran saya, ibu belum juga mau di ajak berobat ke kampung ayah, akan tetapi dengan penjelasan yang matang dari ayah, akhirnya ibu mau pergi berobat kesana namun sayang seribu sayang ketika sampai di sana ibu menunda-nunda pengobatannya, karena masih ada keraguan di hati beliau, dan akhirnya saya pun lahir di kampung halaman ayah, di Kalimantan Selatan, saya sebagai anak pertama dilahirkan sebelum ibu saya sempat disembuhkan dan diobati, diobati dari gangguan-ganguan makhluk halus yang mengganggu beliau, saat kelahiran saya hampir tiba pun waktu itu malam hari, ibu di ganggu oleh sosok wanita kepala dengan usus dan organ tubuh dalam menggantung berlumuran darah menunggu saya lahir, dia terbang di sekitaran rumah saya, orang Kalimantan menyebutnya sebagai Kuyang, makhluk itu sangat senang memakan darah dan ari-ari bayi yang baru lahir, dan ibu saya sangat ketakutan sekali waktu itu, makhluk itu menggantung dan terbang kesana kemari sambil mengeluarkan cahaya merah pertanda ia lapar dan haus akan darah manusia. Sangat menyeramkan waktu itu kata ibu. meski begitu, Alhamdulillah saya lahir dengan selamat. Itulah sedikit cerita perjuangan ibu ketika masih mengandung dan melahirkan saya.
Cerita beliau dalam memilih kehidupan, perjuangan orang tua saya, Ayah, ibu dan aku yang masih di dalam kandungan, perjuangan seorang ayah agar ibu dan bayinya tetap sehat dan selamat, perjuangan seorang ibu yang tidak ingin bayi yang di kandungnya celaka sedangkan saya di dalam kandungan, apa yang saya lakukan? mampukah saya melawan takdir? dapatkan saya memilih dan perotes untuk tidak hadir dan lahir di keluarga ini? saya sadar saya hanyalah seonggok daging tak berdaya, saya seorang hamba yang lemah tak berdaya dan saya hanya percaya satu hal saat itu, saya percaya hidup saya di jamin oleh tuhan kita, yaitu Allah SWT, selagi kita mau berusaha dan berdoa tuhan akan menjamin kehidupan kita di mulai dari dalam kandungan sampai kita mati, terus kenapa kita masih menyesali hidup ini? meraung-raung meratapi nasib yang kita anggap buruk lalu menyalahkan tuhan? Astagfirullahhalladzim. tak pantas kita lakukan itu, banyak nikmat yang sudah Tuhan berikan ke kita, seharusnya kita mampu bersyukur dan bersabar ketika di timpa musibah.
Sekelumit cerita saya di atas mudah-mudahan bisa menginspirasi kita semua, karena marah, benci, penyesalan dan putus asa itu pasti ada, selanjutnya bagaimana kita mampu bangkit dari itu semua dan menata hidup lebih baik lagi, saya pun demikian dan sejak kejadian itu, dimulai dari saat saya lahir, semua kejadian aneh, mistis, horor dan diluar logika akal manusia menimpa saya, semula memang sangat berat untuk menjalaninya sampai saya merasa diri ini dikutuk karena mempunyai kemampuan ini, akan tetapi seiring berjalannya waktu saya sudah kuat dan mampu mengatasinya, So... Nantinya akan saya ceritakan di postingan/tulisan selanjutnya. kejadian apa yang terjadi di mulai saat saya lahir/bayi (berdasarkan cerita orang tua saya) dan kejadian/pengalaman nyata apa yang sudah saya alami sekarang sampai saya terbiasa melihat dan mampu mengatasinya serta menghadapinya.
Keep Staying... Keep Enjoying...

Posting Komentar